22.49 / Diposting oleh WELCOME TO MY BLOG! / komentar (0)

Read More

Presiden Israel Roboh Saat Upacara

10.44 / Diposting oleh WELCOME TO MY BLOG! / komentar (0)

residen Israel Shimon Peres dilarikan ke rumah sakit setelah tiba-tiba roboh dan pingsan dalam sebuah upacara di ibukota Israel, Tel Aviv, Sabtu (13/9/2009). Demikian disampaikan juru bicara kantor Peres.

Dokter pribadi Peres yang turut menemaninya mengatakan kepada situs berita di Israel Ynet, bahwa kepala negara tidak sekarat. Kemungkinan hanya butuh istirahat dan pengawasan semalam di rumah sakit sebelum kembali pada pekerjaannya.

"Kondisinya memuaskan," kata dokter Rafi Valdan yang juga menantu Peres, seperti dilansir Reuters.

"Kita mengirimnya (ke RS) untuk pengecekan, dan saya harap beliau bisa kembali bekerja besok," imbuhnya.

Menjelaskan alasan pingsannya Peres, Valdan mengatakan "Kondisi (cuaca) terlalu panas dan dia berdiri cukup lama dan mulai merasa lemas."

"Beliau pingsan dalam beberapa detik. Sekarang beliau merasa baik, senyum dan berbicara melalui telepon kepada tiap orang," pungkasnya.
Read More

Label:

Soldier Of Allah

10.51 / Diposting oleh WELCOME TO MY BLOG! / komentar (0)


Soldier Of Allah...hmmm pertama kali saya mengenal nama ini sekitar 6 tahun yang lalu dalam sebuah rumah kost2an yang kurang lebih saya diami dengan beberapa para sahabat dari harakah lain, begitu pertama mendengar nasyid tersebut aroma haroki mulai sangat terasa walaupun dalam koridor nuansa musik yang lain (pada umumnya nasyid berirama melayu), tim nasyid yang mengusung aliran musik rap ini begitu tepat, dan langsung menuju sasaran lirik2nya, subhanallah deh pokoknya :)... salah satu lirik yang saya suka adalah lirik dari lagu imaginary walls lebih begini liriknya :

“Imaginary walls”

by: Soldiers of Allah

(Heart beat….getting faster)

Huu…I thought we were one UMMAH

Look at us Now…

Jordan Arabia Iran

Egypt Indonesia Sudan

Tunisia Algeria Amman

Iraq Kashmir Philistine

Albania Bosnia Kurdistan

Spain Half France Hindustan

of

Somalia Lebanon Azerbaijan

Melesia Libya Kazakhstan

Bangladesh Chechnia Afghanistan

Turkey Cypress Pakistan

Kuwait .. Ch…explosion……..

Bismillah – AR – Rahman – AR – Raheem

Allah made us ONE UMMAH!

No divisions in this Deen

Islam is our creed

Halall is our means

Pledge your allegiance to Islam

Cuz ISLAM will set you free

We bringing in…..

Different Dawah carriers

We’re coming in from different lands

But we see no barriers

Lyrics to reach your ears

Educate our minds with Islam

And Inshallah his disease of nationalism

Will disappear

Gave up all my nationalistic ties

Even though my family hated it

Put away your patriot games

Cuz I ain’t playing it.

You see I ran from Iran

But I’m not Iranian

Allah gave me the BOND-OF-ISLAM

And now I’m claiming it

I throw back the flag

They put in my hand

I throw it in their face

Because they destroyed OUR land

No border lines

Between our Muslim land

Cuz its Allah’s command

Cuz its Allah’s demand

Allah is my only fear

And that’s that

takbir!!!

Allahu – Akbar Allahu – Akbar

Coming in loud

Listen to this call

Breaking nationalism down

Like the Berlin wall

If they want to take me

They better take us all

Uniting under one flag of

La – Ilaha – Ilallah Mohammedun Rasul-lu-llah

Trying to deviate the Muslims

With the ayah’s that they twist

Brainwashing us with nationalism

So they can watch this Ummah split

They want us to

Stand up for their flag

But we rather sit

They like to see their flag

We like to see it lit

Never-ever-

Will I claiming to be Persian

Won’t celebrate

Their fire worshipping new year

So now I hear my mother cursing

Trying to brainwash me

Telling me that I’m Persian????

WHAT!!!??

Tools that kafirs use

Preventing the Muslims from merging

They’ve put up imaginary walls

That’s for certain

Bunch of cowards!!

Cuz they won’t fight us in person

Our Ummah is hurting

Nationalism has worsen

Won’t compromise Islam

Even when its curtains

Tearing up the flags

That these kafirs are waving up

Ain’t going to start fitna

Like that fool Lawrence of Arabia

Don’t listen to history

Our enemies are making up

They’re already claiming victory

Watching our Ummah breaking up

Doesn’t make a difference

Where you from

As long as we stand divided…

We’re going to stand stuck

There is no divisions

Between my brothers

Khalas!!…..Enough is enough!!!!!

Trying to deviate the Muslims

With the ayah’s that they twist

Brainwashing us with nationalism

So they can watch this Ummah split

They want us to

Stand up for their flag

But we rather sit

They like to see their flag

We like to see it lit

I hate fake rulers like Sadam

Like I hate the united snakes

Gaps are only for shaiton

So I leave no space

Either you’re a slave to what made-man

Or you’re a slave to what man-made

My ONLY allegiance is to Islam

And this is where I keep my faith

Inshallah let us break these kufur walls

Before Allah has us replaced

And let us unite this Ummah

Under one Mighty Islamic State!

Soldiers of Allah

Keeping it real with tight rhymes

Insh-Allah one day

We wouldn’t have to rap about

Sad times

Islamic state will be implemented

Right-right

There will be no gap between

Me & my brothers

Side by side just like our pray lines

No more imaginary walls

Brothers greeting each other worldwide

Our only bond will be Islam

Haram and Halal will be

Our only guidelines

Waking up from this coma

I see a rise of Muslim pride

A generation of Muslim youth

Who know the truth

Let’s us be the ones

Who bring this Ummah back to life

Putting Islam back into the lime light

No divisions in this Ummah

Erasing all kufuristic border lines

Leaving all man-made systems

With nothing

But just a flat line___________

tuh kan keren banget kan lirik nya kena banget sama keadaan kondisi muslim saat ini bagi temen2 yang bermiant dapat mendownloadnya disini
Read More

Label:

artikel ust anis matta

09.04 / Diposting oleh WELCOME TO MY BLOG! / komentar (0)

Aku cinta kamu!

Berapa kali Anda mengucapkan kalimat itu kepada istri Anda dalam sehari? Saya jelas tidak bisa menebaknya. Tapi beberapa orang suami atau istri mungkin bertanya: perlukah kata itu diucapkan setiap hari? Apa yang mungkin ‘dilakukan’ kalimat itu, dalam hati seorang istri, bila itu diucapkan seorang suami, pada saat anak ketiganya menangis karena susunya habis? Ada juga anggapan seperti ini, kalimat itu hanya dibutuhkan oleh mereka yang romantis dan sedang jatuh cinta, dan itu biasanya ada sebelum atau pada awal-awal pernikahan. Setelah usia nikah memasuki tahun ketujuh, realita dan rutinitas serta perasaan bahwa kita sudah tua membuat kita tidak membutuhkannya lagi.

Saya juga hampir percaya bahwa romantika itu tidak akan akan bertahan di depan gelombang realitas atau bertahan untuk tetap berjalan bersama usia pernikahan. Tapi kemudian saya menemukan ada satu fitrah yang lekat kuat dalam din manusia bahwa sifat kekanak kanakan —dan tentu dengan segala kebutuhan psikologisnya—tidak akan pernah lenyap sama sekali dan kepribadian seseorang selama apapun usia memakan perasaannya. Kebutuhan anak-anak akan ungkapan ungkapan verbal yang sederhana dan lugas dan ekspresi rasa cinta itu sama-sama dibutuhkan dan tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa yang satu Iebih dibutuhkan dan yang lain.

Perasaan manusia selamanya fluktuatif. Demikian pula semua jenis emosi yang dianggap dalam perasaan kita. Kadar rasa cinta, benci, takut, senangdan semacamnya tidak akan pernah sama dari waktu ke waktu. Tetapi yang mungkin terasa sublim adalah bahwa fluktuasi perasaan itu sering tidak disadari dan tidak terungkap atau disadari tapi tidak terungkap.

Situasi ini kemudian mengantar kepada kenyataan lain. Bahwa setiap kita tidak akan pernah bisa mengetahui dengan pasti perasaan orang lain terhadap dirinya. kita mungkin bisa menangkap itu dan sorotan mata, gerak tubuh dan perlakuan umum, tapi detil perasaan itu tetap tidak tertangkap selama ia tidak diungkap seeara verbal.

Perlukah detail perasaan itu kita ketahui, kalau isyarat isyaratnya sudah terungkap? Mungkin ya mungkin tidak. Tapi yang pasti bahwa kita semua, dan waktu ke waktu, membutuhkan kepastian. Kepastian bahwa kita tidak salah memahami isyarat tersebut. Bukankah kepastian juga yang diminta Nabi Ibrahim ketika beliau ingin menghidupkan dan mematikan?

Dan suasana ketidakpastian itulah biasanya setan memasuki dunia hati kita. Karena salah satu misi besar setan, kata Ibnul Qoyyim al Jauziyyah adalah memisahkan orang yang saling mencintai “Dan mereka belajar dan keduanya sesuatu yang dengannya mereka dapat memisahkan seseorang dan pasangannya.” (QS.2:102)

Dari ‘bab’ inilah ungkapan verbal berupa kata menemukan maknanya. Bahkan sesungguhnya ada begitu banyak kekurangan dalam perbuatan yang beban psikologisnya dapat terkurangi dengan kata. Ketika Anda menolak seorang pengemis karena tidak memiliki sesuatu yang dapat Anda sedekahkan, itu tentu sakit bagi pengemis itu. Tapi Allah menyuruh kita ‘mengurangi’ beban sakit itu dengan kata yang baik. Bukankah “perkataan yang baik lebih baik dan sedekah yang disertai cacian?”

******

Selanjutnya, perhatikan riwayat berikut ini: Suatu ketika seorang sababat duduk bersama Rasulullah saw. Kemudian seorang sahabat yang lain berlalu di depan mereka. Sahabat yang duduk bersama Rasulullah saw. itu berkata kepada Rasulullah saw.

“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai orang itu.

“Sudahkah engkau menyatakan cintamu padanya?” tanya Rasulullah saw.

“Belum, ya Rasululllah.” kata sahabat itu.

“Pergilah menemui orang itu dan katakan bahwa karena kamu mencintainya,” kata Rasulullah saw

Jika kepada sesama sahabat,saudara atau ikhwah rasa cinta harus diungkapkan secara verbal, dapatkah kita membayangkan, seperti apakah verbalnya ungkapan rasa cinta yang semestinya kita berikan kepada istri kita? Apakah makhluk yang satu itu, yang mendampingi kita lebih banyak dalam saat-saat lelah dan susah dibanding saat-saat suka dan lapang, tidak lebih berhak untuk mendengarkan ungkapan rasa cinta itu?

Sekarang simak kisah Aisyah berikut ini:

Aisyah seringkali bermanja-manja kepada Rasulullah SAW. karena hanya dialah satu—satunya istri beliau yang perawan. Tapi, suatu waktu Aisyah masih bertanya juga kepada Rasulullah saw:

Jika engkau turun di suatu lembah lalu engkau lihat di situ ada rumput yang telah dimakan —oleh gembala lain— dan ada rumput yang belum dimakan, di rumput ,manakah gembalamu engkau suruh makan?”

Maka Rasulullah saw. menjawab,

Tentulah pada rumput yang belum dimakan (gembala lain). (HR. Bukhari).

Apakah Aisyah tidak tahu bahwa Rasulullah saw. sangat dan sangat mencintainya? Tentu saja tahu. Bahkan sangat tahu. Tapi mengapa ia masih harus bertanya dengan ‘metafor’ seperti di atas, dengan menonjolkan keperawanannya sebagai kelebihan yang membuatnya berbeda dan istri-istri Rasulullah saw. lainnya?

Apakah ia ragu? Saya tidak yakin kalau itu dirasakan Aisyah. Ia—dalam konteks hadits tadi— rasanya hanya menginginkan kepastian lebih banyak, peneguhan lebih banyak. Karena kepastian itu, karena peneguhan itu, memberinya nuansa jiwa yang lain; semacam rasa puas — dari waktu ke waktu— bahwa ‘lebih’ dan istri-istri Rasulullah saw yang lain, bahwa ia lebih istimewa.

Di tengah kesulitan ekonomi seperti sekarang, tidak banyak di antara kita yang sanggup memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga secara ideal. Dan dalam banyak hal kita mungkin perlu untuk lebih ‘tasamuh’ (Toleransi/lapang dada) dalam memandang hubungan ‘hak dan kewajiban’ yang sering kali menandai bentuk hubungan kita secara harfiah. Atau mungkin mengurangi efek psikologis yang ditumbuhkan oleh ketidakmampuan kita memenuhi semua kewajibandengan ‘kata yang baik.

Anda mungkin sering melihat betapa lelahnya istri Anda menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah. Mulai dari memasak, mencuci sampai menjaga dan merawat anak. Kerja berat itu sering kali tidak disertai dengan sarana teknologi yang mungkin dapat memudahkannya. Setan apakah yang telah meyakinkan kita begitu rupa bahwa rnakhluk mulia yang bernama istri saya atau istriAnda tidak butuh ungkapan “1 love,you” karena ia seorang ‘da’iyah’, karena ia seorang ‘mujahidah’ atau karena kita sudah sama-sama tahu, sama-sama paham, atau karena kita sudah sama-sama tua dan karenanya tidak cocok menggunakan cara ‘anak-anak muda’ menyatakan cinta? Setan apakah yang telah membuat kita begitu pelit untuk memberikan sesuatu yang manis walaupun itu hanya ungkapan kata? Setan apakah yang telah membuat kita begitu angkuh untuk mau merendah dan membuka rahasia hati kita yang sesungguhnya dan menyatakannya secara sederhana dan tanpa beban?

Tapi mungkin juga ada situasi begini. Anda mencintai istri Anda. Anda juga tidak terhambat oleh keangkuhan untuk menyatakannya berluang-ulang. Masalahnya hanya satu, Anda tidak biasa melakukan itu. Dan itu membuat Anda kaku.Jika Anda termasuk golongan mi, tulislah pula puisi S Djoko Damono ini dan berikanlah ia kepada istri Anda melalui putera atau puteri terakhir Anda.


Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


Dikutip dari Buku “Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga”
Oleh Muhammad Anis Matta (Direktur LPI Al Manar Jakarta)
Read More

Label:

Efisiensi tidak Sama Dengan Epilepsi

16.26 / Diposting oleh WELCOME TO MY BLOG! / komentar (7)



Awalnya biasa saja lalu kita saling bertegur sapa (loh kok jadi lagunya dewi yul :p), bukan ding maksudnya awalnya biasa saja gue tidak menyangka bahwa isu melemahnya perekonomian dunia akan sampai ke perusahaan tempat di mana gw bekerja (yang selanjutnya kita singkat jadi PTDMGB), sampai suatu hari pada suatu malam di tengah lolongan anjing hutan (woi focus woi!!) maksudnya sampai pada suatu hari PTDMGB ini akan merumahkan atau bahasa halusnya megefisiensikan sejumlah karyawannya yang jumlahnya gak main-main (sampai lebih dari 50 %) oh iya sblmnya gw ingin menceritakan latar belakang PTDMGB ini, perusahaan yang bergerak dalam usaha rental WC penambangan nikel ini memiliki asset dan keuntungan yang luar biasa, bayangkan saja dahulu kala saat kaisar romawai ingin mempersunting mbok sutini (halah mulai ngaco lg), bayangkan saja dahulu sblm ada isu melemahnya perekonomian dunia ini keuntungan perusahaan kami dalam satu tahun bias mencapai angka ratusan milyar, dan asset-asset berupa banci salon alat beratnya mencapai angka ratusan jumlahnya, jadi bisa temen-temen bayangkan berapa investasi yang harus di keluarkan oleh pemilik PTDMGB ini,belum lagi asset lainnya berupa bumbu dapur Kuasa Penambangan (KP) yang luasnya berhektar-hektar, tp apa hendak dikata nasi sudah jadi bubur dan buburnya dah dimakan gw (Mehehehe) isu melemahnya perekonomian dunia memaksa para managemen merumahkan sejumlah karawannya, dan yang biking gw sedih sampai - sampai mengeluarkan air mata (ini serius terjadi loh) adalah diefisiensikannya temen-temen gw sendiri yang gw anggap sebagai saudara gw sendiri permasalahannya tempat kerja gw bukan di jakarta cing yang saban hari bisa balik ke rumah, masalahnya ini di tengah-tengah ibu-ibu hamil hutan belantara di sulaweasi tengah (sulteng), jadi mereka semua yang ada disitu merasa senasib dan sependeritaan, jadi kami sudah seperti keluarga sendiri, apa-apa pasti bareng kayak makan bareng, shalat bareng, mandi bareng (yang terakhir gak loh) yah kayak gitu-gitu deh, pokoknya seru-seruan bareng. (bersambung..)

Read More

AKU INGIN

20.47 / Diposting oleh WELCOME TO MY BLOG! / komentar (1)


aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Read More

Label: